Blog Archive
Dunia di TanganQ akhirat di HatiQ
Selama orang hidup didunia
Pasti menyimpan sebuah cita-cita
Bila perjalanan dunia telah habis batasnya
Perjalanan lain menyusulnya
Dunia menyimpan kemanisan hidup
Namun tidak untuk waktu yang cukup
Akibat-akibat yang ditimbulkan yakni
Kepahitan dan ketabahan hati
Pasti menyimpan sebuah cita-cita
Bila perjalanan dunia telah habis batasnya
Perjalanan lain menyusulnya
Dunia menyimpan kemanisan hidup
Namun tidak untuk waktu yang cukup
Akibat-akibat yang ditimbulkan yakni
Kepahitan dan ketabahan hati
- Artikel (5)
- Budaya Bangsa Indonesia (4)
- Buku Faforit (1)
- LAPORAN KKP (1)
- NONTON TV ONLINE (1)
- Sahih Bukhari (25)
- Teknologi (3)
- Tutorial (1)
- Umum (1)
Try us on Wibiya!
!doctype>
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Mei 2010
Senin, 14 Desember 2009
tabel pemilihan topik
NAMA : MUHAMAD JABARUT. ZAKARIA ( RUANGAN : 1C )
N P M :909312906106.152 ( S1)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AVICENNA KENDARI
1. Tabel Pemilihan Topik :
NOMOR Jenis Topik Aspek- Aspek Yang Diperhatikan
Waktu referensi Biaya Faedah
1 Program Kesehatan Sekolah Yang Efektif Menuju Sekolah Ramah Anak + + + +
2 Pencegahan HIV/AIDS + + - +
3 Penanggulangan DBD + - - +
4 Pemberian imunisasi + + - +
5
Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja
+ + - +
2. Grafik Pemilihan Topik :
Jadi dari garafik diatas dapat disimpulkan bahwa ;Dengan adanya progaram Kesehatan sekolah yang Efektif “ Menuju Sekolah Ramah Anak”.Ini dapat Menjawab Kebutuhan Yang Baru bagi seorang anak dimana dapat Meningkatkan Efikasi Dari Investasi Yang Lain Dalam Pengembangan potensi.Dengan demikian, dapat memotivasi seorang anak dalam mencapai Prestasi Pendidikan Yang Baik sehingga dapat Mencapai Kesetaraan Sosial Yang Lebih Baik pula.
NAMA : ARIF SUBROTO ( RUANGAN : 1C )
N P M :909312906105.170 ( S1)
STIK AVICENNA KENDARI
1. Tabel Pemilihan Topik :
NOMOR Jenis Topik Aspek- Aspek Yang Diperhatikan
Waktu referensi Biaya Faedah
1 DAMPAK HIV/ AIDS + + + +
2 PEMBERIAN ASI + + - +
3 PENANGGULANGAN DBD + - - +
4 PENCEGAHAN PENYAKIT H5NI + + + +
5 MIRAS
+ + - +
6 KESEHATAN MASYARAKAT + - + +
7 ABORSI + - + +
2. Grafik Pemilihan Topik
Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa ,Pencegahan H5N1 dilakukan di Lingkungan Masyarakat terutama Di Desa Duriaasi ,Kelurahan Tuoi kecamatan WonggeDuku.
NAMA : LAODE KARIM SAMU ( RUANGAN : 1C )
N P M :909312906105.128 ( S1)
STIK AVICENNA KENDARI
1. Tabel Pemilihan Topik :
NOMOR Jenis Topik Aspek- Aspek Yang Diperhatikan
Waktu referensi Biaya Faedah
1 KEPERAWATAN JIWA - + + +
2 KESEHATAN LINGKUNGAN - + - +
3 ABORSI - - - +
4 H I V + + + +
5 ETIKA KESEHATAN
- + - +
6 PENANGANAN SAMPAH + - + +
2. Grafik Pemilihan Topik
NAMA :LA SUHAINI ( RUANGAN : 1C )
N P M :909312906105.184 ( S1)
STIK AVICENNA KENDARI
1. Tabel Pemilihan Topik :
NOMOR Jenis Topik Aspek- Aspek Yang Diperhatikan
Waktu referensi Biaya Faedah
1 ABORSI - + + +
2 H I V + + - +
3 KESEHATAN BAYI DALAM KANDUNGAN + + + +
4 KESEHATAN LINGKUNGAN + + + +
5 POLUSI UDARA
- + - +
2. Grafik Pemilihan Topik
Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa ,Kandungan sangat memerlukan bahan makan yang mengandung 4 sehat dan 5 sempurna.
N P M :909312906106.152 ( S1)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AVICENNA KENDARI
1. Tabel Pemilihan Topik :
NOMOR Jenis Topik Aspek- Aspek Yang Diperhatikan
Waktu referensi Biaya Faedah
1 Program Kesehatan Sekolah Yang Efektif Menuju Sekolah Ramah Anak + + + +
2 Pencegahan HIV/AIDS + + - +
3 Penanggulangan DBD + - - +
4 Pemberian imunisasi + + - +
5
Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja
+ + - +
2. Grafik Pemilihan Topik :
Jadi dari garafik diatas dapat disimpulkan bahwa ;Dengan adanya progaram Kesehatan sekolah yang Efektif “ Menuju Sekolah Ramah Anak”.Ini dapat Menjawab Kebutuhan Yang Baru bagi seorang anak dimana dapat Meningkatkan Efikasi Dari Investasi Yang Lain Dalam Pengembangan potensi.Dengan demikian, dapat memotivasi seorang anak dalam mencapai Prestasi Pendidikan Yang Baik sehingga dapat Mencapai Kesetaraan Sosial Yang Lebih Baik pula.
NAMA : ARIF SUBROTO ( RUANGAN : 1C )
N P M :909312906105.170 ( S1)
STIK AVICENNA KENDARI
1. Tabel Pemilihan Topik :
NOMOR Jenis Topik Aspek- Aspek Yang Diperhatikan
Waktu referensi Biaya Faedah
1 DAMPAK HIV/ AIDS + + + +
2 PEMBERIAN ASI + + - +
3 PENANGGULANGAN DBD + - - +
4 PENCEGAHAN PENYAKIT H5NI + + + +
5 MIRAS
+ + - +
6 KESEHATAN MASYARAKAT + - + +
7 ABORSI + - + +
2. Grafik Pemilihan Topik
Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa ,Pencegahan H5N1 dilakukan di Lingkungan Masyarakat terutama Di Desa Duriaasi ,Kelurahan Tuoi kecamatan WonggeDuku.
NAMA : LAODE KARIM SAMU ( RUANGAN : 1C )
N P M :909312906105.128 ( S1)
STIK AVICENNA KENDARI
1. Tabel Pemilihan Topik :
NOMOR Jenis Topik Aspek- Aspek Yang Diperhatikan
Waktu referensi Biaya Faedah
1 KEPERAWATAN JIWA - + + +
2 KESEHATAN LINGKUNGAN - + - +
3 ABORSI - - - +
4 H I V + + + +
5 ETIKA KESEHATAN
- + - +
6 PENANGANAN SAMPAH + - + +
2. Grafik Pemilihan Topik
NAMA :LA SUHAINI ( RUANGAN : 1C )
N P M :909312906105.184 ( S1)
STIK AVICENNA KENDARI
1. Tabel Pemilihan Topik :
NOMOR Jenis Topik Aspek- Aspek Yang Diperhatikan
Waktu referensi Biaya Faedah
1 ABORSI - + + +
2 H I V + + - +
3 KESEHATAN BAYI DALAM KANDUNGAN + + + +
4 KESEHATAN LINGKUNGAN + + + +
5 POLUSI UDARA
- + - +
2. Grafik Pemilihan Topik
Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa ,Kandungan sangat memerlukan bahan makan yang mengandung 4 sehat dan 5 sempurna.
Minggu, 10 Mei 2009
makalah pengetahuan lingkungan
MAKALAH
SUNGAI POHARA DAN KEHIDUPAN MASYARAKATNYA
OLEH :
Asis gande
(F1A1 06 024)
JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2009
KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas segala rahmat-Nya sehingga makalah yang berjudul “Politik dan Strategi Nasional” ini dapat terselesaikan. Makalah ini dimaksudkan sebagai salah satu syarat dalam mengikuti perkuliahan Kewarganegaraan.
Materi dalam penyusunan makalah ini menyangkut pengertian politik, pengertian politik nasional, pengertian strategi dan strategi nasional. Selain itu, dibahas pula hubungan politik dan strategi nasional.
Penulis tetap memerlukan saran dan kritik berkenaan dengan penyusunan makalah ini untuk perbaikan selanjutnya. Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis memohon ma’af atas segala kekurangan yang ada dalam makalah ini.
Wassalam.
Kendari, November 2008
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Permasalahan
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pakan Ternak
2.2 Kualitas Daging
2.3 Program Linear
2.4 Model Formulasi Pakan Ternak Konsep Least Cost Ratio
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
3.2 Jenis dan Sumber Data
3.3 Materi dan Alat Penelitian
3.4 Metode dan Prosedur Penelitian
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Model Formulasi Ransum Pakan Ternak Unggas
Konsep Least Cost Ratio
4.2 Solusi Model Formulasi Pakan Ternak
dengan Metode Simpleks
4.3 Interpretasi Solusi Model
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sungai Pohara merupakan sungai terbesar di Sulawesi Tenggara dengan lebar 84 meter. Keberadaan Sungai ini sudah menjadi tulang pungung Sumber air bersih Masyarakat di Kota Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terletak di Punggolaka tersebut dikelola oleh PDAM Kota Kendari.
IPA Punggolaka memiliki total kapasitas pengolahan sebesar 233 liter/detik, dan harus melayani Kebutuhan Mayarakt Kota Kendari yang memiliki luas wilayah 295,89 km2 dan kepadatan penduduk sebesar 764 jiwa/km2.
Melihat pentingnya Sungai Pohara bagi Masyarakat Kota Kendari, Kerusakannya tentu saja akan berakibat fatal bagi Masyarakat dengan Populasi mayoritas di Sultra. Bahkan belakangan diprediksi IPA Punggolaka pada tahun 2027 sudah tidak dapat memenuhi kebutuhgan air bersih masyarakt sultra yang diprediksi akan meningkat sebesar 530 liter/perdetik ( ).
Mendengar fakta ini tentunya peran berbagai pihak untuk menjaga sumber air bersih di Kota Kendari khusunya Sungai Pohara tentunya sangat diperlukan. Sebab berbagai macam prediksi buruk diatas muncul akibat keadaan Sungai yang tidak memungkinakan untuk dijadikan satu-satunya sumber air bersih bagi masyarakat.
Selain kebutuhan Sumber air bersih bagi Masyarakat Kota Kendari. Sungai Pohara juga telah menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir sungai. Banyak masyarakt pesisir mengantungkan hidup dengan memanfaat sungai pohara sebagai tempat mencari ikan, Pokea (Jenis Sifut air tawar), Sumber air bersih bagi masyarakat dan sebagainya.
Menurut warga sekitar kehidupan dipesisir sungai pohara telah dimulai dari berpuluh-puluih tahun silam. Bahkan dipercaya awal muasal terbentukanya Masyarakat Kota Kendari diawali dipesisir sungai pohara tersebut. Subhana (50) misalnya, nenek 2 cucu ini mengaku diumur menginjak kepala lima tersebut tidak pernah berpisah jauh dengan Sungai yang telah akrab dengannya tersebut.
Keadaan ini tentu saja kontras dengan keadaan sungai Pohara saat ini. Sungai yang telah berpuluh tahun melayani masyarakt Kota Kendari tersebut telah banyak mengalami degradasi, tanpa disadari masyarakat yang bernaung disekelilingnya. Masyarakat seolah acuh dengan apa yang telah mereka perbuat. Keadaan sungai yang berbeda jauh dengan kondisi awal ketika nenek moyang mereka mendiami daerah pesisir sungai Pohara seakan bukanlah sesuatu yang mengkawatirkan. Sebab sepengatuahuan merek keadaan tersebut alami sejalan dengan pertumnbuhan masyarakat.
Kondisi ini banyak dijumpai disekitara pesisir Sungai Pohara. Berbagai bentuk sampah berserakan dimana-mana, sedangkan masyarakt dengan acuhnya sedang mencuci dikelilingi anal-anak yang tengah berenang dalam sungai. Mereka sama sekali tidak peduli dengan kesehatan. Angapan yang muncul adalah keadaan tersebut sudah sering dilakukan dan tidak terjadi ap-apa.
Selain masalah Umum mengenai keadaan sampah tersebut. Masalah baru yang tengah menjadi masalah urgen adalah kegiatan penambanganpasir sungai Pohara. Masyarakat tidak mengetahui atau pura-pura tidak mnegetahui dampalk pengerukan pasir pohara akan berakibat fatal bagi kelangsungsan Ekosistem Sungai, dan tentunya Imbasnya pada masyarakt sekitarnya
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang akan dibahas dirumuskan sebagai berikut.
1. Bagaiaman keadaan Sungai Pohara saat ini?
2. Menjelaskan kehidupan Masyarakat Pesisir Sungai Pohara berdasarkan fakta keadaan sungai pohara.
3. Menjelaskan kondis lingkungan disekitar sungai Pohara.
4. Pemanfaatan sungai pohara oleh masyarakat.
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberi manfaat positif, yaitu sebagai berikut.
1. Sebagai tambahan informasi dan dokumentasi bagi para pembaca.
2. Menambah pengetahuan dan pengalaman penulis dalam memperluas wawasan tentang politik dan strategi nasional.
BAB II
PEMBAHASAN
A. kea
B.
C. FFFFFFFF
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
Sebaiknya klo tempetnya agak jauh sebaiknya dananya disediakan
DAFTAR PUSTAKA
Digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-noviyantik- 27723&q=Sungai
Digilib.sunan-ampel.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-noviyantik-27723&q=The - 17k
Greenpressnetwork.blogspot.com/2009/02/pengerukan-pasir-sungai-pohara.html
Indonesiatimur-news.com/2008/07/pengerukan-pasir-sungai-pohara-ancam
M3sultra.wordpress.com/2008/11/29/rubrik-wonua-2008-11-29/ - 54k
Www.nusaland.com/travel/map/84261.php - 30k
Yoshasrul.blogspot.com/2009/02/pengerukan-pasir-sungai-pohara.html
SUNGAI POHARA DAN KEHIDUPAN MASYARAKATNYA
OLEH :
Asis gande
(F1A1 06 024)
JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2009
KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas segala rahmat-Nya sehingga makalah yang berjudul “Politik dan Strategi Nasional” ini dapat terselesaikan. Makalah ini dimaksudkan sebagai salah satu syarat dalam mengikuti perkuliahan Kewarganegaraan.
Materi dalam penyusunan makalah ini menyangkut pengertian politik, pengertian politik nasional, pengertian strategi dan strategi nasional. Selain itu, dibahas pula hubungan politik dan strategi nasional.
Penulis tetap memerlukan saran dan kritik berkenaan dengan penyusunan makalah ini untuk perbaikan selanjutnya. Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis memohon ma’af atas segala kekurangan yang ada dalam makalah ini.
Wassalam.
Kendari, November 2008
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Permasalahan
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pakan Ternak
2.2 Kualitas Daging
2.3 Program Linear
2.4 Model Formulasi Pakan Ternak Konsep Least Cost Ratio
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
3.2 Jenis dan Sumber Data
3.3 Materi dan Alat Penelitian
3.4 Metode dan Prosedur Penelitian
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Model Formulasi Ransum Pakan Ternak Unggas
Konsep Least Cost Ratio
4.2 Solusi Model Formulasi Pakan Ternak
dengan Metode Simpleks
4.3 Interpretasi Solusi Model
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sungai Pohara merupakan sungai terbesar di Sulawesi Tenggara dengan lebar 84 meter. Keberadaan Sungai ini sudah menjadi tulang pungung Sumber air bersih Masyarakat di Kota Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terletak di Punggolaka tersebut dikelola oleh PDAM Kota Kendari.
IPA Punggolaka memiliki total kapasitas pengolahan sebesar 233 liter/detik, dan harus melayani Kebutuhan Mayarakt Kota Kendari yang memiliki luas wilayah 295,89 km2 dan kepadatan penduduk sebesar 764 jiwa/km2.
Melihat pentingnya Sungai Pohara bagi Masyarakat Kota Kendari, Kerusakannya tentu saja akan berakibat fatal bagi Masyarakat dengan Populasi mayoritas di Sultra. Bahkan belakangan diprediksi IPA Punggolaka pada tahun 2027 sudah tidak dapat memenuhi kebutuhgan air bersih masyarakt sultra yang diprediksi akan meningkat sebesar 530 liter/perdetik ( ).
Mendengar fakta ini tentunya peran berbagai pihak untuk menjaga sumber air bersih di Kota Kendari khusunya Sungai Pohara tentunya sangat diperlukan. Sebab berbagai macam prediksi buruk diatas muncul akibat keadaan Sungai yang tidak memungkinakan untuk dijadikan satu-satunya sumber air bersih bagi masyarakat.
Selain kebutuhan Sumber air bersih bagi Masyarakat Kota Kendari. Sungai Pohara juga telah menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir sungai. Banyak masyarakt pesisir mengantungkan hidup dengan memanfaat sungai pohara sebagai tempat mencari ikan, Pokea (Jenis Sifut air tawar), Sumber air bersih bagi masyarakat dan sebagainya.
Menurut warga sekitar kehidupan dipesisir sungai pohara telah dimulai dari berpuluh-puluih tahun silam. Bahkan dipercaya awal muasal terbentukanya Masyarakat Kota Kendari diawali dipesisir sungai pohara tersebut. Subhana (50) misalnya, nenek 2 cucu ini mengaku diumur menginjak kepala lima tersebut tidak pernah berpisah jauh dengan Sungai yang telah akrab dengannya tersebut.
Keadaan ini tentu saja kontras dengan keadaan sungai Pohara saat ini. Sungai yang telah berpuluh tahun melayani masyarakt Kota Kendari tersebut telah banyak mengalami degradasi, tanpa disadari masyarakat yang bernaung disekelilingnya. Masyarakat seolah acuh dengan apa yang telah mereka perbuat. Keadaan sungai yang berbeda jauh dengan kondisi awal ketika nenek moyang mereka mendiami daerah pesisir sungai Pohara seakan bukanlah sesuatu yang mengkawatirkan. Sebab sepengatuahuan merek keadaan tersebut alami sejalan dengan pertumnbuhan masyarakat.
Kondisi ini banyak dijumpai disekitara pesisir Sungai Pohara. Berbagai bentuk sampah berserakan dimana-mana, sedangkan masyarakt dengan acuhnya sedang mencuci dikelilingi anal-anak yang tengah berenang dalam sungai. Mereka sama sekali tidak peduli dengan kesehatan. Angapan yang muncul adalah keadaan tersebut sudah sering dilakukan dan tidak terjadi ap-apa.
Selain masalah Umum mengenai keadaan sampah tersebut. Masalah baru yang tengah menjadi masalah urgen adalah kegiatan penambanganpasir sungai Pohara. Masyarakat tidak mengetahui atau pura-pura tidak mnegetahui dampalk pengerukan pasir pohara akan berakibat fatal bagi kelangsungsan Ekosistem Sungai, dan tentunya Imbasnya pada masyarakt sekitarnya
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang akan dibahas dirumuskan sebagai berikut.
1. Bagaiaman keadaan Sungai Pohara saat ini?
2. Menjelaskan kehidupan Masyarakat Pesisir Sungai Pohara berdasarkan fakta keadaan sungai pohara.
3. Menjelaskan kondis lingkungan disekitar sungai Pohara.
4. Pemanfaatan sungai pohara oleh masyarakat.
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberi manfaat positif, yaitu sebagai berikut.
1. Sebagai tambahan informasi dan dokumentasi bagi para pembaca.
2. Menambah pengetahuan dan pengalaman penulis dalam memperluas wawasan tentang politik dan strategi nasional.
BAB II
PEMBAHASAN
A. kea
B.
C. FFFFFFFF
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
Sebaiknya klo tempetnya agak jauh sebaiknya dananya disediakan
DAFTAR PUSTAKA
Digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-noviyantik- 27723&q=Sungai
Digilib.sunan-ampel.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-noviyantik-27723&q=The - 17k
Greenpressnetwork.blogspot.com/2009/02/pengerukan-pasir-sungai-pohara.html
Indonesiatimur-news.com/2008/07/pengerukan-pasir-sungai-pohara-ancam
M3sultra.wordpress.com/2008/11/29/rubrik-wonua-2008-11-29/ - 54k
Www.nusaland.com/travel/map/84261.php - 30k
Yoshasrul.blogspot.com/2009/02/pengerukan-pasir-sungai-pohara.html
Senin, 16 Maret 2009
usulan/proposal penelitian
Seperti telah diuraikan sebelumnya, proses penelitian itu pada garis besarnya terdiri dari 4 tahap, yaitu :
a. Tahap persiapan
b. Tahap pelaksanaan
c. Tahap pengolahan dan analisis data
d. Tahap penulisan hasil penelitian (laporan)
Pada tahap persiapan ini mencakup kegiatan-kegiatan pemilihan (perumusan) masalah sampai dengan penyusunan instrumen (alat pengukur / pengumpulan data). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap persiapan ini biasanya dirumuskan dalam bentuk usulan atau proposal penelitian. Usulan penelitian ini biasanya dibedakan menjadi 2 versi, yaitu :
a. Usulan penelitian dimana hasil penelitian nanti fokusnya diarahkan kepada pemecahan masalah atau mencari informasi yang akan digunakan untuk memecahkan suatu masalah atau keperluan program. Dengan kata lain, usulan penelitian untuk kepentingan program.
b. Usulan penelitian dimana hasilnya difokuskan kepada kepentingan ilmu pengetahuan atau karya ilmiah, misalnya untuk membuat skripsi, thesis atau disertasi dan sebagainya. Usulan ini lebih terinci dan lebih rumit dibandingkan dengan versi yang pertama.
Format kedua versi usulan penelitian ini sedikit berbeda meskipun pada prinsipnya sama. Dibawah ini akan diuraikan sedikit tentang format atau outline usulan penelitian, khususnya untuk kepentingan penulisan ilmiah.
a. Judul penelitian
b. Latar belakang masalah
c. Perumusan masalah
d. Tujuan penelitian
- Umum
- Khusus
e. Manfaat penelitian
f. Tinjauan kepustakaan
g. Kerangka konsep, hipotesis, dan defenisi operasional
h. Metode penelitian :
- Jenis penelitian
- Populasi dan sampel
- Cara pengumpulan data
- Instrumen (alat pengumpulan data)
- Rencana pengolahan dan analisis data
i. Rencana kegiatan
j. Organisasi penelitian
k. Rencana biaya (anggaran)
l. Daftar kepustakaan
Sedangkan usulan penelitian versi yang pertama atau untuk program, format biasanya sesuai dengan selera atau aturan dari pihak pemberi dana. Tiap-tiap pemberi dana (donor agencies) biasanya menentukan sendiri format usulan penelitiannya sendiri-sendiri.
Namun demikian, sekurang-kurangnya mencakup pokok-pokok seperti dibawah ini :
a. Judul penelitian
b. Latar belakang masalah
c. Perumusan masalah
d. Tujuan penelitian
e. Manfaat penelitian
f. Metode penelitian :
- Jenis penelitian
- Populasi dan sampel
- Cara pengumpulan data
- Alat pengumpulan data
- Rencana pengolahan
g. Rencana kegiatan
h. Organisasi penelitian
i. Rencana anggaran
Selanjutnya akan diuraikan secara lebih terinci format usulan penelitian untuk kepentingan penulisan skripsi, thesis dan disertasi.
1. Judul Penelitian
Judul penelitian merupakan pencerminan dari tujuan penelitian. Oleh karena tujuan penelitian itu dirumuskan dari masalah penelitian atau dengan kata lain tujuan penelitian itu merupakan jawaban sementara dari pertanyaan-pertanyaan penelitian maka judul penelitian juga mencerminkan masalah penelitian.
Apabila suatu penelitian berjudul Ketidakseimbangan Imunisasi Polio pada Anak-Anak Balita di Wilayah Kabupaten Bogor maka hal ini mencerminkan bahwa masalah yang dihadapi Kabupaten Bogor pada saat itu adalah bahwa angka drop out atau ketidaksinambungan imunisasi sangat tinggi.
Judul penelitian tersebut juga mencerminkan bahwa tujuan penelitian akan mencoba mengungkapkan masalah-masalah (faktor-faktor) yang menyebabkan ketidaksinambungan imunisasi polio tersebut di Kabupaten Bogor. Dengan kata lain penelitian ini secara implisit akan mencari faktor-faktor yang berpengaruh atau berhubungan dengan drop out atau ketidaksinambungan imunisasi polio pada anak balita.
2. Latar Belakang Masalah
Dalam latar belakang masalah penelitian akan diuraikan fakta-fakta, pengalaman-pengalaman si peneliti, hasil-hasil penelitian dari orang lain, atau teori-teori yang melatarbelakangi masalah yang ingin diteliti. Dengan uraian tentang fakta, pengalaman dan teori-teori tersebut maka orang lain (pihak pemberi dana atau pembimbing) diyakinkan bahwa masalah yang akan diajukan tersebut cukup penting dan cukup justified.
Dalam latar belakang harus dengan jelas diuraikan mengapa masalah tersebut dipilih ? Apa justifikasinya ? Mengapa penelitian itu diadakan di wilayah tertentu ?
Apabila judul penelitian seperti contoh di atas (Ketidaksinambungan Imunisasi Polio pada Anak Balita di Wilayah Kabupaten Bogor) maka latar belakang harus diuraikan :
a. Peranan atau pentingnya imunisasi polio pada anak balita.
b. Masalah polio di Indonesia dan program imunisasi polio di Indonesia.
c. Masalah drop out atau ketidaksinambungan imunisasi polio secara umum di
Indonesia.
d. Masalah drop out imunisasi polio di Kabupaten Bogor.
Agar masalah yang akan diteliti tersebut cukup justified, uraian latar belakang tersebut harus didukung atau disertai dengan data atau fakta-fakta empiris.
3. Perumusan Masalah
Sebelum diuraikan bagaimana merumuskan masalah penelitian, terlebih dahulu akan dibahas apa yang dimaksud dengan masalah. Masalah adalah kesenjangan (gap) antara harapan dengan kenyataan, antara apa yang diinginkan atau yang dituju dengan apa yang terjadi atau faktanya.
Kembali kepada contoh judul penelitian tersebut diatas, itu bersumber kepada masalah penelitian yang ada, yakni kesenjangan antara harapan (imunisasi polio pada anak akan selalu berkesinambungan memperoleh imunisasi polio I, polio II dan polio III), tetapi kenyataannya atau yang terjadi tidak demikian (sebagian besar dari anak balita hanya memperoleh imunisasi polio I saja).
Contoh lain adalah penyuluhan dan kampanye tentang posyandu di Indonesia telah meluas. Berbagai media dan cara telah dilakukan baik oleh instansi kesehatan maupun diluar kesehatan, baik oleh petugas maupun masyarakat sendiri. Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan posyandu menjadi milik masyarakat dan dimanfaatkan, dikembangkan dan dipelihara oleh masyarakat.
Tetapi dari hasil penelitian Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM-UI pada tahun 1990, baru sekitar 40% masyarakat mengembangkan, memelihara dan memanfaatkan posyandu. Disinilah adanya kesenjangan atau gap dan inilah masalah penelitian.
Mengenai bagaimana memilih masalah penelitian yang baik, pada uraian-uraian sebelumnya telah dijelaskan. Memilih masalah penelitian yang baik dan yang akan digunakan untuk kepentingan program maupun untuk kepentingan penulisan ilmiah dapat digunakan kriteria-kriteria yang akan diuraikan dalam bab lain.
Merumuskan masalah penelitaian ini dapat dilakukan dalam bentuk pernyataan (problema statement) dan juga dalam bentuk pertanyaan (research question).
Contoh : Posyandu di wilayah Kabupaten Bogor sudah merata, hampir tiap RW telah mempunyai posyandu. Penyuluhan-penyuluhan tentang imunisasi telah berjalan dengan baik di posyandu-posyandu. Namun angka drop out imunisasi polio masih tinggi, sekitar 75%. Hal ini berarti, kesinambungan imunisasi polio bagi anak balita di Kabupaten Bogor tersebut rendah.
Dari pernyataan penelitian ini kemudian dapat dilanjutkan dengan pertanyaan penelitian :
a. Mengapa kesinambungan imunisasi polio bagi anak balita di Kabupaten Bogor
rendah (mengapa angka drop out imunisasi polio tinggi) ?
b. Faktor-faktor apa yang menyebabkan atau mempengaruhi ketidaksinambungan
imunisasi polio bagi anak balita di Kabupaten Bogor ?
4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah suatu indikasi ke arah mana atau data (informasi) apa yang akan dicari melalui penelitian itu ? Tujuan penelitian dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang konkret dapat diamati (observable) dan dapat diukur (measurable).
Misal :
a. Memperoleh informasi (data) tentang jumlah pemeriksaan ibu-ibu hamil di
kecamatan X selama kehamilan.
b. Memperoleh informasi tentang hubungan antara frekuensi pemeriksaan
kehamilan dengan BBL (berat badan bayi lahir).
Biasanya tujuan penelitian dibedakan atas 2 yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan khusus pada hakekatnya adalah penjabaran dari tujuan umum. Contoh :
Tujuan Umum :
Diketahuinya hubungan antara kualitas fisik sarana air bersih yang digunakan dengan terjadinya diare di wilayah Kota Jakarta Pusat.
Tujuan Khusus :
a. Diketahuinya jenis sarana air bersih yang digunakan oleh masyarakat Jakarta
Pusat.
b. Diketahuinya kondisi / kualitas fisik sarana air bersih tersebut.
c. Diketahuinya hubungan antara kualitas fisik sarana air bersih dengan kualitas
airnya.
d. Diketahuinya hubungan antara kualitas fisik sarana air bersih dengan kejadian
diare.
Apabila tujuan umum suatu penelitian tidak dapat atau tidak perlu dispesifikasikan lagi maka tidak perlu adanya tujuan umum dan tujuan khusus, cukup dibuat “Tujuan Penelitian” saja.
5. Manfaat Penelitian
Yang dimaksud dengan manfaat penelitian adalah kegunaan hasil penelitian nanti baik bagi kepentingan pengembangan program maupun kepentingan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, dalam manfaat penelitian harus diuraikan secara terinci manfaat atau apa gunanya hasil penelitian nanti.
Dengan kata lain, data (informasi) yang akan diperoleh dari penelitian tersebut akan dimanfaatkan untuk apa dalam rangka pengembangan program kesehatan. Dari segi ilmu, data atau informasi yang diperoleh dari penelitian tersebut mempunyai kontribusi apa bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Contoh :
a. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk masukan dalam rangka meningkatkan
upaya-upaya pencegahan diare khususnya di wilayah Kota Jakarta Pusat.
b. Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan kesehatan
masyarakat khususnya di bidang sanitasi lingkungan (untuk ilmu).
Beberapa peneliti (mahasiswa) kadang-kadang manfaat penelitian ini juga dilihat dari kepentingan pribadi peneliti yakni sebagai pengalaman proses belajar-mengajar khususnya dalam bidang metodologi penelitian. Tetapi menurut penulis, hal ini lebih baik tidak perlu dimasukkan dalam manfaat penelitian.
6. Tinjauan Kepustakaan (Literature Review)
Untuk mendukung permasalahan yang diungkapkan dalam usulan penelitian, diperlukan tinjauan kepustakaan yang kuat. Tinjauan kepustakaan ini sangat penting dalam mendasari penelitian yang akan dilakukan.
Tinjauan kepustakaan (literature review) ini biasanya mencakup 2 hal yaitu :
a. Tinjauan teori yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti. Hal ini dimaksudkan agar para peneliti mempunyai wawasan yang luas sebagai dasar untuk mengembangkan atau mengidentifikasi variabel-variabel yang akan diteliti (diamati).
Juga agar peneliti dapat meletakkan atau mengidentifikasi masalah yang ingin diteliti itu dalam konteks ilmu pengetahuan yang sedang digeluti. Oleh sebab itu sering didalam tinjauan kepustakaan ini diuraikan “kerangka teori” sebagai dasar untuk mengembangkan “kerangka konsep penelitian”.
b. Tinjauan dari hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Selain akan memperluas pandangan dan pengetahuan peneliti, juga peneliti dapat menghindari “pengulangan” dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan orang lain (menjaga originalitas penelitian).
Dalam tinjauan kepustakaan (literature review), peneliti (calon peneliti) hanya mencoba meninjau atau review terhadap teori-teori dan hasil-hasil penelitian orang lain, apa adanya saja. Hal ini berarti bahwa pemikiran dan pendapat-pendapat pembuat proposal penelitian tidak seyogyanya dimasukkan ke dalam Tinjauan Kepustakaan tersebut.
7. Kerangka Konsep dan Hipotesis
7.1 Kerangka Konsep-Konsep
Dari tinjauan kepustakaan dan kerangka teori serta masalah penelitian yang telah dirumuskan tersebut maka dikembangkan suatu Kerangka Konsep Penelitian. Kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antar konsep atau antar variabel yang akan diamati (diukur) melalui suatu penelitian.
Konsep adalah suatu abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan suatu pengertian. Oleh sebab itu konsep tidak dapat diukur dan diamati secara langsung. Agar dapat diamati dan diukur maka konsep tersebut harus dijabarkan kedalam variabel-variabel. Dari variabel itulah, konsep dapat diamati dan diukur.
Contoh : Ekonomi keluarga adalah suatu konsep, untuk mengukur konsep ekonomi, dapat melalui variabel pendapatan atau pengeluaran keluarga. Tingkat sosial merupakan konsep, maka untuk mengukur tingkat sosial seseorang dapat melalui variabel pekerjaan.
Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep-konsep atau variabel-variabel yang akan diamati (diukur( melalui penelitian yang dimaksud.
Contoh : Kerangka Konsep Penelitian (lihat bagan)
Konsep-konsep (variabel-variabel) yang akan diamati berdasarkan contoh bagan tersebut adalah pendidikan, perilaku, status ekonomi, status sosial, kualitas fisik sarana air bersih dan kualitas air bersih sebagai variabel bebas (independent varables) dan kejadian diare sebagai variabel terikat (dependent variable).
Sekaligus penelitian ini akan membuktikan pengaruh dari tiap-tiap variabel bebas terhadap variabel tingkat (kejadian diare). Namun demikian kualitas air bersih sebagai variabel dependen untuk variabel-variabel bebas : pendidikan, kualitas sarana air bersih, status ekonomi, dan sebagainya.
7.2 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari pertanyaan penelitian. Biasanya hipotesis dirumuskan dalam bentuk hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Hipotesis berfungsi untuk menentukan ke arah pembuktian, artinya hipotesis ini merupakan pernyataan yang harus dibuktikan. Kalau hipotesis tersebut terbukti maka menjadi thesis.
Rumusan hipotesis sudah mencerminkan variabel-variabel yang akan diamati dan diukur, dan bentuk hubungan antara variabel-variabel yang akan dihipotesiskan. Oleh sebab itu hipotesis seyogyanya spesifik, konkret dan observable (dapat diamati / diukur).
Kadang-kadang hipotesis tersebut dapat dijabarkan kedalam hipotesis-hipotesis yang lebih spesifik lagi (sub hipotesis). Beberapa orang sering membedakan adanya hipotesis mayor dan hipotesis minor. Hipotesis mayor masih lebih bersifat umum sedangkan hipotesis minor lebih bersifat khusus (spesifik) dan penjabaran dari hipotesis mayor.
Contoh : Hipotesis Mayor :
Kualitas air bersih ditentukan oleh kualitas sarana air bersih, perilaku, pendidikan, dan sosial ekonomi keluarga.
Hipotesis Minor (Sub Hipotesis) :
a. Makin tinggi pendidikan makin baik kualitas air bersihnya.
b. Makin baik kualitas sarana air bersih makin baik kualitas air bersih.
c. Makin baik perilaku makin baik kualitas air bersih.
d. Makin tinggi tingkat ekonomi makin baik kualitas air bersih.
Apabila suatu hipotesis sudah spesifik dan tidak perlu dijabarkan lagi maka hipotesis minor (sub hipotesis) tidak perlu disusun lagi.
7.3 Defenisi Operasional Variabel
Untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel yang diamati / diteliti, perlu sekali variabel-variabel tersebut diberi batasan atau defenisi operasional. Defenisi operasional ini juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran atau pengamatan terhadap variabel-variabel yang bersangkutan serta pengembangan instrumen (alat ukur).
Contoh :
a. Sarana air bersih
Bangunan atau alat yang digunakan untuk mendapat air bersih, berupa sumur
pompa tangan, sumur gali, PAM dan sebagainya.
b. Diare
Gangguan / penyakit perut yang ditandai dengan mencret / berak-berak encer
lebih dari 3 kali sehari.
c. Anemia ibu hamil
Keadaan kadar hemoglobin di dalam darah ibu hamil yang lebih rendah daripada
nilai normal, yaitu 11 gram%.
Pada waktu menyusun defenisi operasional variabel biasanya sekaligus diidentifikasi skala pengukuran variabel yang digunakan, apakah nominal, ordinal, interval ataukah rasio. Misalnya variabel air bersih menggunakan skala pengukuran ordinal (baik, sedang, kurang) dan sebagainya.
8. Metode Penelitian
Dalam bagian ini diuraikan tentang metode dan cara yang akan digunakan dalam penelitian. Oleh sebab itu dalam uraian ini telah tercermin langkah-langkah teknis dan operasional penelitian yang akan dilaksanakan. Beberapa peneliti menggunakan istilah desain penelitian (research design) karena dari situ akan tampak rancangan penelitian yang akan dilaksanakan.
Beberapa peneliti lain menggunakan istilah bahan dan cara (material and method). Menurut penulis, istilah ini hanya cocok untuk penelitian-penelitian yang berkaitan dan menggunakan bahan atau materi seperti mikroskop, object glass, bahan-bahan kimia dan sebagainya pada penelitian di laboratorium.
Dalam uraian metode penelitian atau bahan dan cara ini mencakup berikut ini :
8.1 Jenis penelitian
Menjelaskan termasuk ke dalam jenis pendekatan atau metode yang mana, penelitian yang diusulkan tersebut. Misalnya penelitian itu menggunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional dimana data yang menyangkut variabel bebas atau resiko dan variabel terikat atau variabel akibat, akan dikumpulkan dalam waktu yang bersama.
8.2 Populasi dan Sampel
Dalam bagian ini diuraikan populasi penelitian dan sampel. Dalam populasi dijelaskan secara spesifik tentang siapa atau golongan mana yang menjadi sasaran penelitian tersebut.
a. Misal : Populasi dalam penelitian adalah ibu-ibu yang berdomisili di Kecamatan
Jatinegara, Jakarta Timur.
b. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang berumur antara 12-18 tahun
yang bertempat tinggal di DKI Jakarta, dan sebagainya.
Sedangkan sampel harus disebutkan teknis pengambilan sampel, apakah random dan random yang mana. Disamping teknis pengambilan sampel maka perlu dijelaskan juga besarnya sampel, beserta rumusnya (bila ada).
8.3 Cara Pengumpulan Data
Dijelaskan cara atau metode yang digunakan untuk pengumpulan data. Dalam suatu penelitian kadang-kadang tidak hanya menggunakan satu cara pengumpulan data. Misalnya : di samping metode wawancara (interview), kadang-kadang perlu dilengkapi dengan observasi (pengamatan) atau sebaliknya. Metode angket juga kadang-kadang perlu dilengkapi dengan wawancara dan sebagainya.
Pengumpulan data kadang-kadang tidak dilakukan oleh peneliti tetapi menggunakan orang lain yang disebut surveyor atau interviewer.
Untuk mencegah adanya data yang bias maka para petugas pengumpulan data tersebut diberikan pelatihan terlebih dahulu oleh peneliti sendiri. Selain diberikan teknik-teknik pengumpulan data (wawancara, obserview dan sebagainya) juga diberikan penjelasan tentang cara-cara pengisian instrumen (kuesioner), editing, coding dan sebagainya.
8.4 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen ini dapat berupa kuesioner (daftar pertanyaan), formulir observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan pencatatan data dan sebagainya.
Apabila data yang akan dikumpulkan adalah data yang menyangkut pemeriksaan fisik maka instrumen penelitian ini dapat berupa stetoskop, tensimeter, timbangan, meteran atau alat antropometrik lainnya untuk mengukur status gizi dan sebagainya.
Agar instrumen penelitian valid dan reliable maka sebelum digunakan perlu diuji coba (pre test) terlebih dahulu. Yang dimaksud valid adalah instrumen sebagai alat ukur benar-benar mengukur apa yang diukur. Sedangkan reliable artinya instrumen sebagai alat ukur dapat memperoleh hasil ukur yang ajeg (konsisten) atau tetap asas. Uji instrumen ini dapat menggunakan rumus korelasi product moment.
8.5 Rencana Pengelolaan dan Analisis Data
Bagian ini harus diuraikan rencana yang akan dilakukan untuk mengolah dan analisis data. Dijelaskan proses pengolahan datanya dari editing, coding dan sebagainya sampai dengan data entry (apabila pengolahan dilakukan dengan komputer).
Juga dijelaskan bagaimana data itu akan diolah dengan manual atau dengan menggunakan bantuan komputer. Selanjutnya diuraikan rencana yang akan dilakukan untuk menganalisis data serta uji statistik yang akan digunakan termasuk program komputer untuk uji statistik tersebut.
9. Jadwal Kegiatan
Dalam bagian ini diuraikan langkah-langkah kegiatan dari mulai menyusun proposal penelitian sampai dengan penulisan laporan penelitian beserta waktu berjalannya atau berlangsungnya tiap kegiatan tersebut. Biasanya jadwal kegiatan ini disusun dalam bentuk suatu gant’s chart.
Contoh Sederhana :
----------------------------------------------------------
Bulan ke :
Kegunaan -----------------------------
1 2 3 4 5 6
----------------------------------------------------------
1. Penyusunan Proposal X
2. Penyusunan Instrumen X
3. Persiapan Lapangan XX
4. Uji Coba Instrumen XX
5. Pengumpulan Data XX XXX XX
6. Pengolahan Data XX
7. Analisis Data X XX
8. Penyusunan Laporan X
----------------------------------------------------------
10. Organisasi
Menguraikan susunan atau organisasi penelitian. Lazimnya organisasi penelitian terdiri dari peneliti utama (principal investigator), peneliti (anggota peneliti), surveyor (petugas pengumpulan data) dan sekretariat. Kadang-kadang ditambah dengan penasehat dan konsultan.
11. Rencana Biaya (Anggaran)
Diuraikan besarnya biaya per kegiatan serta jumlah keseluruhan biaya penelitian tersebut. Kegiatan yang dapat dibiayai oleh suatu kegiatan penelitian dimulai dari rapat-rapat penyusunan proposal, instrumen dan sebagainya sampai dengan penulisan hasil penelitian bahkan sampai dengan biaya seminar hasil penelitian.
12. Daftar Kepustakaan
Adalah semua literatur atau bacaan yang digunakan untuk mendukung dalam menyusun proposal tersebut. Literatur ini umumnya terdiri dari buku-buku teks, majalah atau jurnal ilmiah, makalah ilmiah, skripsi, thesis atau disertasi.
Telah diuraikan teknik penyusunan proposal atau usulan penelitian, khususnya untuk kepentinfan penelitian yang hasilnya akan digunakan untuk pembuatan skripsi (S1), thesis (S2), atau disertasi (S3).
Pedoman ini juga dapat digunakan untuk penyusunan proposal berkaitan dengan proyek atau kepentingan program, dengan catatan dan uraian tentang Tinjauan Kepustakaan dan Kerangka Konsep dan Hipotesis biasanya tidak lazim dimasukkan.
Update : 31 Juli 2006
Sumber :
Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Cet. ke-2, Januari. Jakarta : Rineka Cipta. 2002.
www.scribd.com/doc/2235912/contoh-proposal - 468k -
a. Tahap persiapan
b. Tahap pelaksanaan
c. Tahap pengolahan dan analisis data
d. Tahap penulisan hasil penelitian (laporan)
Pada tahap persiapan ini mencakup kegiatan-kegiatan pemilihan (perumusan) masalah sampai dengan penyusunan instrumen (alat pengukur / pengumpulan data). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap persiapan ini biasanya dirumuskan dalam bentuk usulan atau proposal penelitian. Usulan penelitian ini biasanya dibedakan menjadi 2 versi, yaitu :
a. Usulan penelitian dimana hasil penelitian nanti fokusnya diarahkan kepada pemecahan masalah atau mencari informasi yang akan digunakan untuk memecahkan suatu masalah atau keperluan program. Dengan kata lain, usulan penelitian untuk kepentingan program.
b. Usulan penelitian dimana hasilnya difokuskan kepada kepentingan ilmu pengetahuan atau karya ilmiah, misalnya untuk membuat skripsi, thesis atau disertasi dan sebagainya. Usulan ini lebih terinci dan lebih rumit dibandingkan dengan versi yang pertama.
Format kedua versi usulan penelitian ini sedikit berbeda meskipun pada prinsipnya sama. Dibawah ini akan diuraikan sedikit tentang format atau outline usulan penelitian, khususnya untuk kepentingan penulisan ilmiah.
a. Judul penelitian
b. Latar belakang masalah
c. Perumusan masalah
d. Tujuan penelitian
- Umum
- Khusus
e. Manfaat penelitian
f. Tinjauan kepustakaan
g. Kerangka konsep, hipotesis, dan defenisi operasional
h. Metode penelitian :
- Jenis penelitian
- Populasi dan sampel
- Cara pengumpulan data
- Instrumen (alat pengumpulan data)
- Rencana pengolahan dan analisis data
i. Rencana kegiatan
j. Organisasi penelitian
k. Rencana biaya (anggaran)
l. Daftar kepustakaan
Sedangkan usulan penelitian versi yang pertama atau untuk program, format biasanya sesuai dengan selera atau aturan dari pihak pemberi dana. Tiap-tiap pemberi dana (donor agencies) biasanya menentukan sendiri format usulan penelitiannya sendiri-sendiri.
Namun demikian, sekurang-kurangnya mencakup pokok-pokok seperti dibawah ini :
a. Judul penelitian
b. Latar belakang masalah
c. Perumusan masalah
d. Tujuan penelitian
e. Manfaat penelitian
f. Metode penelitian :
- Jenis penelitian
- Populasi dan sampel
- Cara pengumpulan data
- Alat pengumpulan data
- Rencana pengolahan
g. Rencana kegiatan
h. Organisasi penelitian
i. Rencana anggaran
Selanjutnya akan diuraikan secara lebih terinci format usulan penelitian untuk kepentingan penulisan skripsi, thesis dan disertasi.
1. Judul Penelitian
Judul penelitian merupakan pencerminan dari tujuan penelitian. Oleh karena tujuan penelitian itu dirumuskan dari masalah penelitian atau dengan kata lain tujuan penelitian itu merupakan jawaban sementara dari pertanyaan-pertanyaan penelitian maka judul penelitian juga mencerminkan masalah penelitian.
Apabila suatu penelitian berjudul Ketidakseimbangan Imunisasi Polio pada Anak-Anak Balita di Wilayah Kabupaten Bogor maka hal ini mencerminkan bahwa masalah yang dihadapi Kabupaten Bogor pada saat itu adalah bahwa angka drop out atau ketidaksinambungan imunisasi sangat tinggi.
Judul penelitian tersebut juga mencerminkan bahwa tujuan penelitian akan mencoba mengungkapkan masalah-masalah (faktor-faktor) yang menyebabkan ketidaksinambungan imunisasi polio tersebut di Kabupaten Bogor. Dengan kata lain penelitian ini secara implisit akan mencari faktor-faktor yang berpengaruh atau berhubungan dengan drop out atau ketidaksinambungan imunisasi polio pada anak balita.
2. Latar Belakang Masalah
Dalam latar belakang masalah penelitian akan diuraikan fakta-fakta, pengalaman-pengalaman si peneliti, hasil-hasil penelitian dari orang lain, atau teori-teori yang melatarbelakangi masalah yang ingin diteliti. Dengan uraian tentang fakta, pengalaman dan teori-teori tersebut maka orang lain (pihak pemberi dana atau pembimbing) diyakinkan bahwa masalah yang akan diajukan tersebut cukup penting dan cukup justified.
Dalam latar belakang harus dengan jelas diuraikan mengapa masalah tersebut dipilih ? Apa justifikasinya ? Mengapa penelitian itu diadakan di wilayah tertentu ?
Apabila judul penelitian seperti contoh di atas (Ketidaksinambungan Imunisasi Polio pada Anak Balita di Wilayah Kabupaten Bogor) maka latar belakang harus diuraikan :
a. Peranan atau pentingnya imunisasi polio pada anak balita.
b. Masalah polio di Indonesia dan program imunisasi polio di Indonesia.
c. Masalah drop out atau ketidaksinambungan imunisasi polio secara umum di
Indonesia.
d. Masalah drop out imunisasi polio di Kabupaten Bogor.
Agar masalah yang akan diteliti tersebut cukup justified, uraian latar belakang tersebut harus didukung atau disertai dengan data atau fakta-fakta empiris.
3. Perumusan Masalah
Sebelum diuraikan bagaimana merumuskan masalah penelitian, terlebih dahulu akan dibahas apa yang dimaksud dengan masalah. Masalah adalah kesenjangan (gap) antara harapan dengan kenyataan, antara apa yang diinginkan atau yang dituju dengan apa yang terjadi atau faktanya.
Kembali kepada contoh judul penelitian tersebut diatas, itu bersumber kepada masalah penelitian yang ada, yakni kesenjangan antara harapan (imunisasi polio pada anak akan selalu berkesinambungan memperoleh imunisasi polio I, polio II dan polio III), tetapi kenyataannya atau yang terjadi tidak demikian (sebagian besar dari anak balita hanya memperoleh imunisasi polio I saja).
Contoh lain adalah penyuluhan dan kampanye tentang posyandu di Indonesia telah meluas. Berbagai media dan cara telah dilakukan baik oleh instansi kesehatan maupun diluar kesehatan, baik oleh petugas maupun masyarakat sendiri. Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan posyandu menjadi milik masyarakat dan dimanfaatkan, dikembangkan dan dipelihara oleh masyarakat.
Tetapi dari hasil penelitian Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM-UI pada tahun 1990, baru sekitar 40% masyarakat mengembangkan, memelihara dan memanfaatkan posyandu. Disinilah adanya kesenjangan atau gap dan inilah masalah penelitian.
Mengenai bagaimana memilih masalah penelitian yang baik, pada uraian-uraian sebelumnya telah dijelaskan. Memilih masalah penelitian yang baik dan yang akan digunakan untuk kepentingan program maupun untuk kepentingan penulisan ilmiah dapat digunakan kriteria-kriteria yang akan diuraikan dalam bab lain.
Merumuskan masalah penelitaian ini dapat dilakukan dalam bentuk pernyataan (problema statement) dan juga dalam bentuk pertanyaan (research question).
Contoh : Posyandu di wilayah Kabupaten Bogor sudah merata, hampir tiap RW telah mempunyai posyandu. Penyuluhan-penyuluhan tentang imunisasi telah berjalan dengan baik di posyandu-posyandu. Namun angka drop out imunisasi polio masih tinggi, sekitar 75%. Hal ini berarti, kesinambungan imunisasi polio bagi anak balita di Kabupaten Bogor tersebut rendah.
Dari pernyataan penelitian ini kemudian dapat dilanjutkan dengan pertanyaan penelitian :
a. Mengapa kesinambungan imunisasi polio bagi anak balita di Kabupaten Bogor
rendah (mengapa angka drop out imunisasi polio tinggi) ?
b. Faktor-faktor apa yang menyebabkan atau mempengaruhi ketidaksinambungan
imunisasi polio bagi anak balita di Kabupaten Bogor ?
4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah suatu indikasi ke arah mana atau data (informasi) apa yang akan dicari melalui penelitian itu ? Tujuan penelitian dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang konkret dapat diamati (observable) dan dapat diukur (measurable).
Misal :
a. Memperoleh informasi (data) tentang jumlah pemeriksaan ibu-ibu hamil di
kecamatan X selama kehamilan.
b. Memperoleh informasi tentang hubungan antara frekuensi pemeriksaan
kehamilan dengan BBL (berat badan bayi lahir).
Biasanya tujuan penelitian dibedakan atas 2 yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan khusus pada hakekatnya adalah penjabaran dari tujuan umum. Contoh :
Tujuan Umum :
Diketahuinya hubungan antara kualitas fisik sarana air bersih yang digunakan dengan terjadinya diare di wilayah Kota Jakarta Pusat.
Tujuan Khusus :
a. Diketahuinya jenis sarana air bersih yang digunakan oleh masyarakat Jakarta
Pusat.
b. Diketahuinya kondisi / kualitas fisik sarana air bersih tersebut.
c. Diketahuinya hubungan antara kualitas fisik sarana air bersih dengan kualitas
airnya.
d. Diketahuinya hubungan antara kualitas fisik sarana air bersih dengan kejadian
diare.
Apabila tujuan umum suatu penelitian tidak dapat atau tidak perlu dispesifikasikan lagi maka tidak perlu adanya tujuan umum dan tujuan khusus, cukup dibuat “Tujuan Penelitian” saja.
5. Manfaat Penelitian
Yang dimaksud dengan manfaat penelitian adalah kegunaan hasil penelitian nanti baik bagi kepentingan pengembangan program maupun kepentingan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, dalam manfaat penelitian harus diuraikan secara terinci manfaat atau apa gunanya hasil penelitian nanti.
Dengan kata lain, data (informasi) yang akan diperoleh dari penelitian tersebut akan dimanfaatkan untuk apa dalam rangka pengembangan program kesehatan. Dari segi ilmu, data atau informasi yang diperoleh dari penelitian tersebut mempunyai kontribusi apa bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Contoh :
a. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk masukan dalam rangka meningkatkan
upaya-upaya pencegahan diare khususnya di wilayah Kota Jakarta Pusat.
b. Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan kesehatan
masyarakat khususnya di bidang sanitasi lingkungan (untuk ilmu).
Beberapa peneliti (mahasiswa) kadang-kadang manfaat penelitian ini juga dilihat dari kepentingan pribadi peneliti yakni sebagai pengalaman proses belajar-mengajar khususnya dalam bidang metodologi penelitian. Tetapi menurut penulis, hal ini lebih baik tidak perlu dimasukkan dalam manfaat penelitian.
6. Tinjauan Kepustakaan (Literature Review)
Untuk mendukung permasalahan yang diungkapkan dalam usulan penelitian, diperlukan tinjauan kepustakaan yang kuat. Tinjauan kepustakaan ini sangat penting dalam mendasari penelitian yang akan dilakukan.
Tinjauan kepustakaan (literature review) ini biasanya mencakup 2 hal yaitu :
a. Tinjauan teori yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti. Hal ini dimaksudkan agar para peneliti mempunyai wawasan yang luas sebagai dasar untuk mengembangkan atau mengidentifikasi variabel-variabel yang akan diteliti (diamati).
Juga agar peneliti dapat meletakkan atau mengidentifikasi masalah yang ingin diteliti itu dalam konteks ilmu pengetahuan yang sedang digeluti. Oleh sebab itu sering didalam tinjauan kepustakaan ini diuraikan “kerangka teori” sebagai dasar untuk mengembangkan “kerangka konsep penelitian”.
b. Tinjauan dari hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Selain akan memperluas pandangan dan pengetahuan peneliti, juga peneliti dapat menghindari “pengulangan” dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan orang lain (menjaga originalitas penelitian).
Dalam tinjauan kepustakaan (literature review), peneliti (calon peneliti) hanya mencoba meninjau atau review terhadap teori-teori dan hasil-hasil penelitian orang lain, apa adanya saja. Hal ini berarti bahwa pemikiran dan pendapat-pendapat pembuat proposal penelitian tidak seyogyanya dimasukkan ke dalam Tinjauan Kepustakaan tersebut.
7. Kerangka Konsep dan Hipotesis
7.1 Kerangka Konsep-Konsep
Dari tinjauan kepustakaan dan kerangka teori serta masalah penelitian yang telah dirumuskan tersebut maka dikembangkan suatu Kerangka Konsep Penelitian. Kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antar konsep atau antar variabel yang akan diamati (diukur) melalui suatu penelitian.
Konsep adalah suatu abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan suatu pengertian. Oleh sebab itu konsep tidak dapat diukur dan diamati secara langsung. Agar dapat diamati dan diukur maka konsep tersebut harus dijabarkan kedalam variabel-variabel. Dari variabel itulah, konsep dapat diamati dan diukur.
Contoh : Ekonomi keluarga adalah suatu konsep, untuk mengukur konsep ekonomi, dapat melalui variabel pendapatan atau pengeluaran keluarga. Tingkat sosial merupakan konsep, maka untuk mengukur tingkat sosial seseorang dapat melalui variabel pekerjaan.
Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep-konsep atau variabel-variabel yang akan diamati (diukur( melalui penelitian yang dimaksud.
Contoh : Kerangka Konsep Penelitian (lihat bagan)
Konsep-konsep (variabel-variabel) yang akan diamati berdasarkan contoh bagan tersebut adalah pendidikan, perilaku, status ekonomi, status sosial, kualitas fisik sarana air bersih dan kualitas air bersih sebagai variabel bebas (independent varables) dan kejadian diare sebagai variabel terikat (dependent variable).
Sekaligus penelitian ini akan membuktikan pengaruh dari tiap-tiap variabel bebas terhadap variabel tingkat (kejadian diare). Namun demikian kualitas air bersih sebagai variabel dependen untuk variabel-variabel bebas : pendidikan, kualitas sarana air bersih, status ekonomi, dan sebagainya.
7.2 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari pertanyaan penelitian. Biasanya hipotesis dirumuskan dalam bentuk hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Hipotesis berfungsi untuk menentukan ke arah pembuktian, artinya hipotesis ini merupakan pernyataan yang harus dibuktikan. Kalau hipotesis tersebut terbukti maka menjadi thesis.
Rumusan hipotesis sudah mencerminkan variabel-variabel yang akan diamati dan diukur, dan bentuk hubungan antara variabel-variabel yang akan dihipotesiskan. Oleh sebab itu hipotesis seyogyanya spesifik, konkret dan observable (dapat diamati / diukur).
Kadang-kadang hipotesis tersebut dapat dijabarkan kedalam hipotesis-hipotesis yang lebih spesifik lagi (sub hipotesis). Beberapa orang sering membedakan adanya hipotesis mayor dan hipotesis minor. Hipotesis mayor masih lebih bersifat umum sedangkan hipotesis minor lebih bersifat khusus (spesifik) dan penjabaran dari hipotesis mayor.
Contoh : Hipotesis Mayor :
Kualitas air bersih ditentukan oleh kualitas sarana air bersih, perilaku, pendidikan, dan sosial ekonomi keluarga.
Hipotesis Minor (Sub Hipotesis) :
a. Makin tinggi pendidikan makin baik kualitas air bersihnya.
b. Makin baik kualitas sarana air bersih makin baik kualitas air bersih.
c. Makin baik perilaku makin baik kualitas air bersih.
d. Makin tinggi tingkat ekonomi makin baik kualitas air bersih.
Apabila suatu hipotesis sudah spesifik dan tidak perlu dijabarkan lagi maka hipotesis minor (sub hipotesis) tidak perlu disusun lagi.
7.3 Defenisi Operasional Variabel
Untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel yang diamati / diteliti, perlu sekali variabel-variabel tersebut diberi batasan atau defenisi operasional. Defenisi operasional ini juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran atau pengamatan terhadap variabel-variabel yang bersangkutan serta pengembangan instrumen (alat ukur).
Contoh :
a. Sarana air bersih
Bangunan atau alat yang digunakan untuk mendapat air bersih, berupa sumur
pompa tangan, sumur gali, PAM dan sebagainya.
b. Diare
Gangguan / penyakit perut yang ditandai dengan mencret / berak-berak encer
lebih dari 3 kali sehari.
c. Anemia ibu hamil
Keadaan kadar hemoglobin di dalam darah ibu hamil yang lebih rendah daripada
nilai normal, yaitu 11 gram%.
Pada waktu menyusun defenisi operasional variabel biasanya sekaligus diidentifikasi skala pengukuran variabel yang digunakan, apakah nominal, ordinal, interval ataukah rasio. Misalnya variabel air bersih menggunakan skala pengukuran ordinal (baik, sedang, kurang) dan sebagainya.
8. Metode Penelitian
Dalam bagian ini diuraikan tentang metode dan cara yang akan digunakan dalam penelitian. Oleh sebab itu dalam uraian ini telah tercermin langkah-langkah teknis dan operasional penelitian yang akan dilaksanakan. Beberapa peneliti menggunakan istilah desain penelitian (research design) karena dari situ akan tampak rancangan penelitian yang akan dilaksanakan.
Beberapa peneliti lain menggunakan istilah bahan dan cara (material and method). Menurut penulis, istilah ini hanya cocok untuk penelitian-penelitian yang berkaitan dan menggunakan bahan atau materi seperti mikroskop, object glass, bahan-bahan kimia dan sebagainya pada penelitian di laboratorium.
Dalam uraian metode penelitian atau bahan dan cara ini mencakup berikut ini :
8.1 Jenis penelitian
Menjelaskan termasuk ke dalam jenis pendekatan atau metode yang mana, penelitian yang diusulkan tersebut. Misalnya penelitian itu menggunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional dimana data yang menyangkut variabel bebas atau resiko dan variabel terikat atau variabel akibat, akan dikumpulkan dalam waktu yang bersama.
8.2 Populasi dan Sampel
Dalam bagian ini diuraikan populasi penelitian dan sampel. Dalam populasi dijelaskan secara spesifik tentang siapa atau golongan mana yang menjadi sasaran penelitian tersebut.
a. Misal : Populasi dalam penelitian adalah ibu-ibu yang berdomisili di Kecamatan
Jatinegara, Jakarta Timur.
b. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang berumur antara 12-18 tahun
yang bertempat tinggal di DKI Jakarta, dan sebagainya.
Sedangkan sampel harus disebutkan teknis pengambilan sampel, apakah random dan random yang mana. Disamping teknis pengambilan sampel maka perlu dijelaskan juga besarnya sampel, beserta rumusnya (bila ada).
8.3 Cara Pengumpulan Data
Dijelaskan cara atau metode yang digunakan untuk pengumpulan data. Dalam suatu penelitian kadang-kadang tidak hanya menggunakan satu cara pengumpulan data. Misalnya : di samping metode wawancara (interview), kadang-kadang perlu dilengkapi dengan observasi (pengamatan) atau sebaliknya. Metode angket juga kadang-kadang perlu dilengkapi dengan wawancara dan sebagainya.
Pengumpulan data kadang-kadang tidak dilakukan oleh peneliti tetapi menggunakan orang lain yang disebut surveyor atau interviewer.
Untuk mencegah adanya data yang bias maka para petugas pengumpulan data tersebut diberikan pelatihan terlebih dahulu oleh peneliti sendiri. Selain diberikan teknik-teknik pengumpulan data (wawancara, obserview dan sebagainya) juga diberikan penjelasan tentang cara-cara pengisian instrumen (kuesioner), editing, coding dan sebagainya.
8.4 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen ini dapat berupa kuesioner (daftar pertanyaan), formulir observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan pencatatan data dan sebagainya.
Apabila data yang akan dikumpulkan adalah data yang menyangkut pemeriksaan fisik maka instrumen penelitian ini dapat berupa stetoskop, tensimeter, timbangan, meteran atau alat antropometrik lainnya untuk mengukur status gizi dan sebagainya.
Agar instrumen penelitian valid dan reliable maka sebelum digunakan perlu diuji coba (pre test) terlebih dahulu. Yang dimaksud valid adalah instrumen sebagai alat ukur benar-benar mengukur apa yang diukur. Sedangkan reliable artinya instrumen sebagai alat ukur dapat memperoleh hasil ukur yang ajeg (konsisten) atau tetap asas. Uji instrumen ini dapat menggunakan rumus korelasi product moment.
8.5 Rencana Pengelolaan dan Analisis Data
Bagian ini harus diuraikan rencana yang akan dilakukan untuk mengolah dan analisis data. Dijelaskan proses pengolahan datanya dari editing, coding dan sebagainya sampai dengan data entry (apabila pengolahan dilakukan dengan komputer).
Juga dijelaskan bagaimana data itu akan diolah dengan manual atau dengan menggunakan bantuan komputer. Selanjutnya diuraikan rencana yang akan dilakukan untuk menganalisis data serta uji statistik yang akan digunakan termasuk program komputer untuk uji statistik tersebut.
9. Jadwal Kegiatan
Dalam bagian ini diuraikan langkah-langkah kegiatan dari mulai menyusun proposal penelitian sampai dengan penulisan laporan penelitian beserta waktu berjalannya atau berlangsungnya tiap kegiatan tersebut. Biasanya jadwal kegiatan ini disusun dalam bentuk suatu gant’s chart.
Contoh Sederhana :
----------------------------------------------------------
Bulan ke :
Kegunaan -----------------------------
1 2 3 4 5 6
----------------------------------------------------------
1. Penyusunan Proposal X
2. Penyusunan Instrumen X
3. Persiapan Lapangan XX
4. Uji Coba Instrumen XX
5. Pengumpulan Data XX XXX XX
6. Pengolahan Data XX
7. Analisis Data X XX
8. Penyusunan Laporan X
----------------------------------------------------------
10. Organisasi
Menguraikan susunan atau organisasi penelitian. Lazimnya organisasi penelitian terdiri dari peneliti utama (principal investigator), peneliti (anggota peneliti), surveyor (petugas pengumpulan data) dan sekretariat. Kadang-kadang ditambah dengan penasehat dan konsultan.
11. Rencana Biaya (Anggaran)
Diuraikan besarnya biaya per kegiatan serta jumlah keseluruhan biaya penelitian tersebut. Kegiatan yang dapat dibiayai oleh suatu kegiatan penelitian dimulai dari rapat-rapat penyusunan proposal, instrumen dan sebagainya sampai dengan penulisan hasil penelitian bahkan sampai dengan biaya seminar hasil penelitian.
12. Daftar Kepustakaan
Adalah semua literatur atau bacaan yang digunakan untuk mendukung dalam menyusun proposal tersebut. Literatur ini umumnya terdiri dari buku-buku teks, majalah atau jurnal ilmiah, makalah ilmiah, skripsi, thesis atau disertasi.
Telah diuraikan teknik penyusunan proposal atau usulan penelitian, khususnya untuk kepentinfan penelitian yang hasilnya akan digunakan untuk pembuatan skripsi (S1), thesis (S2), atau disertasi (S3).
Pedoman ini juga dapat digunakan untuk penyusunan proposal berkaitan dengan proyek atau kepentingan program, dengan catatan dan uraian tentang Tinjauan Kepustakaan dan Kerangka Konsep dan Hipotesis biasanya tidak lazim dimasukkan.
Update : 31 Juli 2006
Sumber :
Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Cet. ke-2, Januari. Jakarta : Rineka Cipta. 2002.
www.scribd.com/doc/2235912/contoh-proposal - 468k -
Kamis, 12 Maret 2009
Makalah Kewirausahaan
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada awal berdirinya usaha, diperlukan suatu acuan atau rencana agar usaha tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Perencanaan usaha atau business plan adalah suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi penyandang dana.
Jadi business plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semua unsur yang relevan baik internal mapupun eksternal mengenai suatu perusahaan untuk memulai usahanya. Business plan dibuat untuk jangka panjang ataupun jangka pendek. Perincian business plan tergantung pada perusahaan yang akan memulai operasinya. Sehingga pihak penyedia dana akan tertarik untuk ikut serta dalam usaha tersebut.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah:
1. Apa pengertian perencanaan usaha serta tujuannya.
2. Bagaimana strategi menyusun proposal bisnis yang efektif.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah:
a. Untuk mengetahui pengertian perencanaan usaha serta tujuannya.
b. Mengetahui bagaimana strategi menyusun proposal bisnis yang efektif.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
I. Perencanaan Usaha
A. Mengenal Peluang
Menangkap peluang artinya bagaimana kita berpikir secara kreatif dan inovatif untuk menciptakan atau meraih suatu kesempatan bisnis dimana tidak ada orang atau hanya sebagian kecil orang yang dapat melakukan.
Langkah-langkah untuk mendapatkan peluang:
a. Mempersiapkan daftar peluang usaha
b. Teknik menggali gagasan usaha
c. Menetapkan sasaran peluang terbaik
d. Beberapa pertanyaan sebelum memulai bisnis
B. Menyusun Perencanaan Usaha
Untuk mencapai keuntungan pemilik usaha harus merencanakan suatu strategi menyeluruh bagaimana cara melaksanakan tugas-tugas usaha.
Ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha, yaitu
(1) Ringkasan pelaksanaan,
(2) Profil usaha,
(3) Strategi usaha,
(4) Produk dan jasa,
(5) Strategi pemasaran,
(6) Analisis pesaing,
(7) Ringkasan karyawan dan pemilik,
(8) Rencana operasional,
(9) Data financial,
(10) Proposal/usulan pinjaman,
(11) Jadwal operasional (zimmerer, 1993).
menurut lambing (2000) perencanaan usaha memuat sejumlah topic yaitu:
(1) Ringkasan eksekutif,
(2) Pernyataan misi,
(3) Lingkungan usaha,
(4) Perencanaan pemasaran,
(5) Tim manajemen,
(6) Data financial,
(7) Aspek-aspek legal,
(8) Jaminan asuransi,
(9) Orang-orang penting,
(10) Pemasok,
(11) Risiko
Ada 6 hal pokok yang perlu dirumuskan dalam merencanakan usaha yaitu:
1. Kegiatan apa yang dilakukan untuk menjalankan usaha guna mencapai keuntungan?
2. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan?
3. Dimana tindakan itu harus dilakukan?
4. Kapan tindakan itu harus dilakukan?
5. Siapa yang akan mengerjakan?
6. Bagaimana cara melakukannya?
Tujuan perencanaan usaha ini adalah untuk:
a. Mengantisipasi ketidakpastian dan perubahan yang mungkin terjadi masa yang akan datang
b. Agar semua perhatian dan aktifitas terpusat pada usaha
c. Memastikan bahwa proses pencapaian tujuan berlangsung ekonomis
d. Memudahkan pengawasan
e. Sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan
Wujud dari perencanaan usaha adalah proposal kegiatan usaha (busnes plan). Proposal usaha merupakan media komunikasi bisnis seorang wirausaha dengan pihak lain untuk mendapatkan dukungan terhadap usaha yang akan dikelola. Dalam poposal bisns ini wirausaha menuangkan profil bisnis yang akan dikembangkannya. Pada proposal wirausahawan merefleksikan gambaran perusahaan yan dkembangkan. Oleh karenanya, proposal bisnis harus rasional,tidak sekadar menyalin proposal bisnis lainnya.
II. Strategi Menyusun Proposal Bisnis yang Efektif
A. Pengertian proposal Bisnis
Proposal bisns merupakan dokumen tertulis yang rinci mengenai usaha baru yang tengah direncanakan. Setiap aspek dalam uasaha tersebut perlu dideskripsikan mulai dari proyek yang akan dilakukan, pemasarannya, penelitian dan pengembangan, masalah pbrik, manajemen, risiko yang akan dihadapi, masalah finansial, sampai masalah penjadwalan waktu.
Proposal bisnis berisikan deskripsi dari proyek yang akan dilakukan, pemasarannya, penelitian dan pengembangan, masalah pabrik, manajemen, resiko yang akan dihadapi, masalah finansial, sampai masalah perjadwalan waktu.
Ada 4 (empat) faktor kritis yang perlu diperhatikan dalam menyusun proposal bisnis yaitu:
1. Tujuan yang realistis, artinya tujuan yang ingin dicapai harus spesifik, dapat diukur, dan ada kesatuan diantara waktu dan parameternya.
2. Komitmen, artinya bisnis perlu mendapatkan dukungandari seluruh pihak yang terlibat, baik itu dari pihak keluarga, mitra bisnis, karyawan atau anggota tim.
3. Batasan waktu, artinya sub-sub tujuan harus dibuat secara berkesinambungan dan ada evaluasi waktu atas kenajuan-kemajuan yang dicapai.
4. Fleksibilitas, artinya bisnis harus dapat diantisipasi akan memungkinkan munculnya alternatif strategi yang dapat diformulasikan
B. Manfaat Proposal Usaha
Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh seorang wirausaha dengan adanya rencana yang dituangkan dalam proposal bisnis yaitu:
1. Memberikan gambaran bahwa wirausaha disiplin, berpikir kritis dan obyektif atas bidang usaha yang akan dimasukinya.
2. Analisis persaingan, faktor ekonomi, dan analisis finansial yang ada dalam proposal bisnis dapat mendekati seberapa besar tingkat keberhasilan usaha yang akan dijalankan.
3. Membantu wirausaha untuk mengembangkan dan menguji strategi dan hasil yang diharapkan dari sudut pandang pihak lain.
4. Berguna untuk membandingkan antara prakiraan dengan hasil yang nyata, karena proposal bisnis men gukur tujuan dan rencana bisnis.
5. Menjadi alat komunikasi bagi wirausaha untuk memaparkan dan menyakinkan gagasannya kepada pihak lain secara menyeluruh.
6. Memberikan informasi mengenai potensi pasar dan perkiraan market share yang mungkin diraih.
7. Keseluruhan prospek finansial dan ilustrasi rencana bisnis dari usaha memberi gambaran akan kemampuan wirausaha untuk memenuhi kewajiban/utang.
8. Dapat mengidentifikasi adanya resiko kritis yang mungkin terjadi sehingga dapat mengantisipasinya.
9. Memberikan informasi mengenai sumber finansial yang jelas.
10. Proposal bisnis dapat menjadi sebuiah gambaran awal seberapa jauh kemampuan manajerial seorang wirausaha.
C. Siapa Yang Membaca Proposal Bisnis
Proposal bisnis dibuat bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk pihak lain seperti bankir, investor, konsumen., pengacara, konsultan, dan para suplier. Oleh karena itu ada tiga hal yang diperlukan seorang calon wirausaha dalam mempersiapkan sebuah proposal bisnis.
1. Harus memiliki pengetahuan teknologi dan daya kreatifitas.
2. Harus memiliki kemampuan pemasaran.
3. Harus memiliki kemampuan untuk membuat proyek finansial.
Sementara itu, para calon investor biasanya akan melakukan beberapa hal sebelum memutuskan untuk ikut terlibat alam usaha yang ditawarkan oleh wirausaha yaitu:
1. Mengidentifikasi karakteristik industri dan tingkat resikonya.
2. Melihat struktur finansial dari rencana usaha tersebut.
3. Membaca keseimbangan lembar terakhir dari proposal.
4. Mengamati kualitas spekulasi wirausaha.
5. Membaca keseluruhan proposal dengan lebih teliti.
D. Unsur-Unsur Dalam Proposal Bisnis
Berikut ini adalah contoh kerangka proposal bisnis yang pada umumnya dibuat para wirausaha
Bab I : Ringkasan
Bab II : Deskripsi Aspek-Aspek Bisnis
Deskripsi umum mengenai usaha
Latar belakang industri
Sejarah dan latar belakang perusahaan
Tujuan atau potensi usaha dan pembagian waktu (jika ada)
Keunikan produk atau pelayanan.
Bab III : Aspek Pemasaran
Penelitian dan analisis
1. Target pasar (konsumen)
2. Ukuran dan tren pasar
3. Situasi persaingan
4. Kalkulasi/perkiraan bagian pasar
Rencana pemasaran
5. Strategi pasar meliputi penjualan dan distribusi
6. Masalah penetapan harga
7. Periklanan dan promosi
Bab IV : Penelitian, Model dan Pengembangan
Pengembangan dan rencana desain
Hasil-hasil penelitian teknologi
Kebutuhan asisten penelitian
Struktur biaya
Bab V : Aspek Pabrik
Analisis lokasi
Kebutuhan produksi, fasilitas dan peralatan
Penyuplai/faktor-faktor transportasi
Suplai tenaga kerja
Data biaya pabrik
Bab VI : Aspek Manajemen
Tim manajemen
Struktur legal meliputi perjanjian cadangan barang, perjanjian tenaga kerja,
kepemilikan dan lain-lain
Susunan direktur, penasihat, konsultan, dll.
Bab VII : Aspek Resiko
Masalah-masalah yang potensial
Resiko dan hambatan
Tindakan alternatif
Bab VIII : Aspek finansial
Perkiraan finansial
1. Keuntungan dan kerugian
2. Arus kas
3. Analisis BEP
4. Biaya
Sumber-sumber dan pemakaian dana
Rencana anggaran
Pentahapan finansial
Bab IX : Aspek Jadwal Pembagian Waktu
Penentuan waktu dan tujuan
Batas waktu
Hubungan peristiwa-peristiwa
Bab X : Apendiks dan atau Bibliografi
Aspek pemasaran
Dalam laporan aspek pemasaran, seorang wirausaha harus dapat meyakinkan investor tentang perkiraan pasar yang dapat menyerap poduk/jasa yang akan ditawarkan seh8ngga proyeksi penjualan dapat dicapai, dan kompetisi dapat dimenangkan.
Analisis situasi persaingan
Pengetahuan akan situasi persaingan yang ada, berguna untuk memperkirakan seberapa besar kekuatan dan kelemahan produk-produk/jasa yang sudah berkompetisis di pasar, dan seberapa besar daya saing produk/jasa kita dibanding yang lain. Untuk itu, wirausaha perlu mencari berbagai sumber yang dapat digunakan unutk menilai pesaing potensial (dalam manajemen pemasaran hal ini dikenalk dengan intelejen pemasaran).
Kebijakan harga
Penentuan harga harus tepat sehingga dalam menembus pasar, memelihara posisi pasar, dan menghjasilkan keuntungan.
Rencana periklanan
Untuk produk-produk pabrik, persiapan produk dan promosi rencana untuk show peragangan, priklanan melalui majalah, dan selebaran serta biro periklanan harus perlu diperlihatkan.
Penelitian, desain dan segmen pengembangan
Penelitian, desain, waktu dan pengujian khusus harus dijabarkan dalam apek ini. Investor perlu mengetahui status proyek dalam penunda-nundaan. Untuk mendapatkan hasil yang menyeluruh, wirausaha harus mempunyai seorang asisten teknik unruk mempersiapkan detail-detailnya.
Bagian apendiks atau bibliografi(lampiran-lampiran)
Apendiks dan biografi merupakan aspek terakhir yang melengkapi perencanaan dan merupakan bagian dari proposal bisnis yang dibuat. Dalam bagian ini, diagram, data-data finansial, riwayat hidup tiap-tiap anggota tim, ataupun informasi pustaka yang berhubungan dengan aspek-aspek lain dari rencana yang dapat disertakan.
BAB III
PENUTUP
KesimpulanPENUTUP
Berdasarkan dari pembahasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Perencanaan usaha atau business plan adalah suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi penyandang dana.
Tujuan perencanaan usaha ini adalah untuk:
a. Mengantisipasi ketidakpastian dan perubahan yang mungkin terjadi masa yang akan datang
Agar semua perhatian dan aktifitas terpusat pada usaha
Memastikan bahwa proses pencapaian tujuan berlangsung ekonomis
Memudahkan pengawasan
Sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan
Proposal bisnis berisikan deskripsi dari proyek yang akan dilakukan, pemasarannya, penelitian dan pengembangan, masalah pabrik, manajemen, resiko yang akan dihadapi, masalah finansial, sampai masalah perjadwalan waktu.
Saran
Adapun saran yang ingin disampaikan oleh penulis adalah agar setelah membaca makalah ini, sebaiknya dapat diaplikasikan sebagai peluang untuk merencanakan usaha.
DAFTAR PUSTAKA
Ramly, Dr., Mpd., dkk. 2007. Kewirausahaan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. UNHALU.
http://www.geocities.com/agus_lecturer/kewirausahaan/perencanaan_usaha_business_plan.htm
http://aindra.blogspot.com/2007/11/seksualitas-serat-centhini.html
http://arsipbisnis.wordpress.com/2008/09/08/perencanaan-keuangan-bagi-usaha-kecil-menengah-ukm/
http://www.articlesnatch.com/id/Article/How-to-write-an-effective-business-letter-that-get-good-results/497222
Langganan:
Postingan (Atom)
Category
- Artikel (5)
- Budaya Bangsa Indonesia (4)
- Buku Faforit (1)
- LAPORAN KKP (1)
- NONTON TV ONLINE (1)
- Sahih Bukhari (25)
- Teknologi (3)
- Tutorial (1)
- Umum (1)